Artikel IPJKS Pacu Jalur

Kekompakan Atlet Pacu Jalur Ketika Diperantauan

IPJKS.COM (Teluk Kuantan). Festival Pacu Jalur Kuantan Singingi, selain melestarikan budaya pacu jalur didalam pacu jalur itu sendiri juga terdapat unsur olahraga yaitu olahraga dayung.

Dewasa ini perkembangan sosial di dalam olahraga semakin maju, banyak fenomena yang berpengaruh terhadap dinamika interaksi sosial masyarakat. Sejalan dengan perkembangannya olahraga akan terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan sosial. Di sisi lain olahraga merupakan alat yang dapat digunakan sebagai pembentukan jiwa sportif pada generasi muda. Olahraga mengajarkan kedisiplinan, jiwa sportif, tidak mudah menyerah, jiwa kompetitif yang tinggi, semangat bekerjasama, mengerti akan aturan dan berani mengambil keputusan kepada seseorang.

Toho Mucholik (2009: 29) menyatakan ada beberapa nilai karakter dan fairplay yang dapat dikembangkan melalui olahraga antara lain: kejujuran, rasa hormat, persahabatan, dan tanggung jawab.

Jalur merupakan wujud kebudayaan bagi masyarakat Kuantan Singingi yang diwariskan secara turun temurun. Bagi masyarakat Rantau Kuantan jalur memiliki makna tersendiri, baik bagi diri pribadi maupun sebagai warga kampung. Tradisi pacu jalur masyarakat Kuantan Singingi menuntut adanya solidaritas sosial masyarakat. Tanpa kekompakan dan kebersamaan warga masyarakat, jalur tidak akan mungkin diwujudkan. Selain kekompakan sesama warga dalam satu jalur, disaat event pacu jalur digelar pun juga merupakan ajang silaturahmi antar atlet jalur baik dalam lingkup Kabupaten Kuantan Singingi maupun Kabupaten Indragiri Hulu.

Eriansyah salah satu mantan atlet Jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri Desa Danau Baru Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu. Eri sapaan akrabnya menuturkan kepada IPJKS.com bahwasanya banyak pelajaran yang ia dapat dari semenjak menjadi atlet jalur ini, selain dituntut menjaga sportivitas dalam berlomba juga menjalin persahabatan baik sesama atlet jalur sendiri maupun dengan atlet jalur dari desa lain bahkan kabupaten lain.

Namun semenjak 2 tahun terakhir eri tak lagi aktif menjadi atlet jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri, sekarang ia bekerja di sebuah perusahaan swasta di salah satu kabupaten di Riau.

Gayung pun bersambut, di perusahaan tersebut eri bertemu dengan Diki Permana Putra yang juga mantan atlet Jalur Ombak Nyalo Simutu Olang asal Desa Pulau Tengah Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi. Sesama mantan atlet jalur berbeda kabupaten ini awalnya bertemu dan saling berkenalan dan bertanya kampung asal. Dari situlah akhirnya diketahui bahwasanya mereka sama-sama mantan atlet pacu jalur.

“Pacu Jalur menempa kami untuk tetap menjaga kekompakan, menjalin silaturrahmi, sportifitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan” kata eri,

Pacu Jalur memang sudah mendarah daging bagi kedua mantan atlet jalur ini . “Saya dan teman-teman yang kebetulan sesama mantan atlet merasa sangat rindu akan suasana pacu jalur, kadang kami bercerita, mengenang dan bernostalgia masa-masa kami berlomba di event pacu jalur. Untuk mengobati kerinduan tersebut saya kebetulan dan teman-teman masih membawa kostum atlet jalur kami, dan kami saling bertukar kostum, kostum tersebut kami gantung dikamar, sambil bercerita tentang pacu jalur dengan teman-teman” ujar Diki Permana Putra

“walaupun saat ini kami di perantauan saya tetap bisa mengikuti berita maupun pacu jalur ini di group IPJKS dan apalagi sekarang ini sudah bisa di tonton langsung streaming di aplikasi IPJKS, ini mengobati kerinduan kami akan suasana pacu jalur” tutupnya. (IPJKS01)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *