Budpar IPJKS

Lestarikan Kesenian Lokal, Disparbud Kuansing Taja Parade Tari Daerah

TELUK KUANTAN (ipjks.com). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi hari ini Rabu 14/11/2017 melaksanakan Parade Tari Daerah Kabupaten Kuantan Singingi XIII Tahun 2017 yang berlangsung di Aula SMAN Pintar Provinsi Riau di Teluk Kuantan. Parade Tari daerah Kuantan Singingi diikuti oleh Sanggar Seni yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi.

“Tujuan dari pelaksanaan parade tari ini adalah untuk melestarikan aset lokal daerah dan mencari insan-insan yang berpotensi seni tari dan seni musik di Kabupaten Kuantan Singingi terutama di kalangan generasi muda sebagai penerus seni budaya” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi, Marwan, S.Pd.MM dalam sambutannya pada saat acara pembukaan.

Sementara Kasi Kesenian Tradisional Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi, Syaifuddin, S.Sn menyampaikan kepada ipjks.com “juara pertama sampai tiga dalam parade ini akan diberikan trophy dan uang pembinaan, sementara untuk kategori penata tari terbaik, penata musik terbaik dan penata kostum terbaik juga akan kami beri reward berupa trophy dan uang pembinaan”terangnya.”tentu saja sebagai pemenang akan mewakili kabupaten Kuantan Singingi di tingkat provinsi tahun 2018 mendatang” tutupnya.

Acara ini terselenggara berkat kerjasama  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kuansing dengan Dewan Kesenian Kabupaten Kuantan Singingi (DKKS) untuk menggali potensi dan meningkatkan kesenian di Kabupaten Kuantan Singingi, dimana tahun 2015 yang lalu Kabupaten Kuantan Singingi meraih juara pertama di tingkat Provinsi Riau dan juara 2 tingkat nasional.

Dari data yang diperoleh dari panitia sanggar-sanggar yang ikut dalam ajang ini adalah sanggar mangkiang art dari kecamatan Gunung Toar, sanggar Sintuo Art dari kecamatan Pucuk Rantau, sanggar Olang Pulai dari Kecamatan Pangean, sanggar Seni Rampak Dayung dari Kecamatan Kuantan Tengah, sanggar Riang Basamo dari Kecamatan Inuman dan sanggar Marawang dari Kecamatan Kuantan Mudik.

Sanggar Olang Pulai dari Kecamatan Pangean akan menampilkan tari dengan judul Tuah, “tari ini mengisahkan tentang perjuangan seorang ibu yang putus asa dalam mengasuh anaknya yang tak berhenti menangis, sehingga ia memutuskan untuk bunuh diri dengan terjun bersama anaknya ke Sungai Kuantan, namun Allah berkehendak lain, air sungai yang dalam tiba-tiba saja menjadi dangkal, dalam keputus asaanya sang ibu terus berjalan menuju arah hilir sungai kuantan sambil membawa anaknya yang terus menangis, dan pada akhirnya sampai ke sebuah negeri yang menurutnya keramat, sakti dan bertuah, karena dinegeri inilah si pelek terhenti tangisnya, daerah itu sekarang bernama muaro batang pangean” tutur Deni Saputra, SE, salah satu tim sanggar olang pulai, adapun penata tari R.Islamiyyatil Hayati, S.Pd dan penata musik Patrick Arieza,S.Pd. (ipjks03)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *