IPJKS Pacu Jalur

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau Akomodir Izin Kayu Jalur

TELUK KUANTAN (ipjks.com). Terkait dengan izin penebangan kayu untuk bahan baku pembuatan jalur baru pada festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi kemaren Kamis (01/02/2018) bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau dilaksanakan rapat antara Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Forum Kades se Kabupaten Kuantan Singingi, UPT Kemen LHK, PT.RAPP dan Pemprov Riau.

Dalam pertemuan tersebut didapat 3 point kesepakatan yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan kayu untuk bahan baku pembuatan jalur baru yakni :

  1. PT RAPP bersedia membantu menyediakan kebutuhan kayu untuk pembuatan jalur tahun 2018 yang alternatif dan teknisnya dilaksanakan sesuai dengan notulen rapat.
  2. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi segera menerbitkan surat keputusan penetapan jumlah kebutuhan kayu untuk pembuatan jalur tahun 2018.
  3. Pemerintah Provinsi Riau memfasilitasi kebutuhan kayu bulat untuk jalur melalui hutan adat yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan Masyarakat adat Kabupaten Kuantan Singingi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuantan Singingi, Jafrinaldi, AP.M.IP kepada ipjks.com menyampaikan bahwa dari pertemuan tersebut “Pemerintah Provinsi Riau, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau sangat mendukung Festival Pacu Jalur yang merupakan festival budaya Kabupaten Kuantan Singingi, namun tentunya bahan baku untuk membuat jalur adalah kayu yang diambil di hutan, dan apalagi pengelolaan dan pengawasan hutan ini diambil alih oleh provinsi maka sudah barang tentu kita harus mentaati juga peraturan dan perizinan yang terkait dengan itu, di undang-undang pengelolaan hutan juga ada termasuk bagaimana menjaga kearifan lokal. oleh karena itu khusus izin pengambilan kayu jalur ini diserahkan kepada pemkab Kuansing untuk mengatur mekanismenya” terangnya.

Ditanya mengenai perihal surat izin pengambilan kayu untuk bahan baku pembuatan jalur Jafrinaldi menyebutkan bahwa “untuk tahun 2018 ini Pemkab Kuansing menerima permohonan yang sudah masuk sejak tahun 2017, Pemkab melalui Dinas Lingkungan Hidup Kuansing membuatkan rekomendasi dan Surat Keputusan nama-nama desa dan pengurus jalur yang bermohon kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau dan kepada PT RAPP (jika bahan baku kayu jalur berada di lahan konsesi RAPP) ,permohonan tersebut sebelumnya diverifikasi dan divalidasi, selayaknya setiap permohonan yang masuk minimal harus belum pernah membuat jalur baru minimal 3 tahun terakhir” terangnya.

“Untuk permohonan yang diajukan tahun 2018 oleh desa/pengurus jalur tetap dapat membuat permohonan ke DLHK Provinsi Riau, tembusannya disampaikan ke bupati melalui dinas lingkungan hidup Kab. Kuansing untuk direkap dan dibuatkan rekomendasi ke DLHK Provinsi Riau agar bisa diterbitkan izinnya untuk penebangan kayu di tahun 2019″ jelasnya.

Ini akan menjaga agar tidak serta merta setiap pengurus jalur bisa membuat jalur setiap tahun, kadangkala ada juga jalurnya kalah tahun ini, lantas mereka membuat jalur lagi tahun depan, padahal jalurnya masih baru, itu kan juga pemborosan, apalagi kayu yang ideal untuk pembuatan sebuah jalur sudah agak sulit mencarinya” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kuantan Singingi, Marwan, S, Pd.MM, turut mendukung keputusan dan solusi hasil pertemuan kemarin, mengingat pentingnya budaya Pacu Jalur Kuantan Singingi “hendaknya jangan sampai kesulitan dalam perizinan penebangan kayu sebagai bahan baku pembuatan jalur ini” katanya, apalagi sekarang ini Pacu Jalur Kuantan Singingi merupakan Festival Pariwisata Terpopuler pada Anugerah Pesona Indonesia (ipjks01)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *