IPJKS Pendidikan

Budaya Melayu Riau Resmi Sebagai Muatan Lokal Wajib Tingkat SD/SLTP/Sederajat Di Kuantan Singingi

TELUK KUANTAN (ipjks.com). Budaya Melayu Riau resmi ditetapkan sebagai muatan lokal wajib pada tingkat SD/SLTP/Sederajat di Kabupaten Kuantan Singingi. Hal itu disampaikan oleh Bupati Kuantan Singingi Drs. H. Mursini, M.Si pada acara Launching Budaya Melayu Riau sebagai muatan lokal di sekolah yang bertempat di SMAN Pintar di Kota Teluk Kuantan (Selasa, 13/03/2018)

Dalam sambutannya Bupati Mursini menyampaikan tujuan pembelajaran mata pelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau adalah Mata Pelajaran Muatan Lokal yang menjadi bagian dari kurikulum 2013, untuk itu perlu dikembangkan agar dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan ciri khas kearifan lokal dan potensi sumber daya daerah khususnya Provinsi Riau.

Hal ini sesuai dengan  visi Riau yakni Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Budaya Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Batin, di Asia Tenggara Tahun 2020 oleh karena itu tujuan pembelajaran Budaya Melayu Riau selain mengenalkan budaya Melayu Riau, juga untuk pembentukan watak sebagaimana tuntutan dalam arah pendidikan dewasa ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kuantan Singingi yang diwakili oleh DR. Yusri Rasul, ST. MT menyampaikan secara spesifik bahwa  Pemerintah Daerah Riau melalui Peraturan Gubernur Nomor 72 tahun 2015 menegaskan bahwa mata pelajaran muatan lokal yang diberlakukan di seluruh sekolah di Riau adalah Muatan Lokal Budaya Melayu Riau, yaitu mata pelajaran yang berisikan budaya melayu Riau yang meliputi: sejarah, sistem nilai, kebiasaan hidup berpola atau tradisi dan karya masyarakat melayu Riau yang diajarkan secara terpisah dari mata pelajaran lainnya.

Dalam kesempatan itu turut hadir Ketua Lembaga Adat  Melayu Riau, Datuk Seri Al Azhar. Dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa Melayu Riau itu luas. “Kita melihat Melayu Riau itu seperti taman”. Karenanya perlu pembekalan untuk membuka wawasan para Kepala Sekolah, bahwa Melayu Riau itu luas dan penting sekali untuk diterapkan di sekolah-sekolah” katanya. Bagi LAM Riau, muatan lokal Budaya Melayu Riau ini penting sebagai cara untuk pembudayaan budaya Melayu kepada anak didik. “Agar budaya Melayu itu menjadi budaya yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dipelajari sebagai simbol atau pun warisan saja,” katanya.

Sedangkan penyusunan kurikulum akan dilakukan oleh LAM Riau dan Dinas Pendidikan dan Olahraga, sebagaimana yang termaktub dalam Pergub. Peranan LAM  Riau sendiri terutama pada verifikasi materi. Saat ini LAM Riau juga sedang menyusun buku untuk pegangan guru di sekolah. Saat ini persiapan yang dilakukan sudah cukup matang.(ipjks03) foto: Humas Pemkab

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *